09 Februari 2018

Indonesia Shopping for Western Fighters

09 Februari 2018


Lockheed Martin is pitching its F-16V to Indonesia, emphasizing “numerous enhancements designed to keep the F-16 at the forefront of international security.” (photo : Lockheed Martin)

Indonesia is in talks with Western manufacturers about a possible fighter order and is considering the Eurofighter Typhoon and Lockheed Martin F-16V, according to two industry sources in the country.

The Saab Gripen and Dassault Rafale are also likely to be candidates, since the manufacturers of both of those fighters have offices in Jakarta. The number of fighters under consideration is not known, but some multiple of 16, the usual size of an Indonesian fighter squadron, is likely.

Talks began last year, says one industry source, who named the Typhoon as one candidate among several.

Budgetary pressures may force Indonesian withdrawal from the Korea Aerospace Industries KF-X fighter program, depriving KAI of the endorsement of a second operator. If Indonesia does not quit the KF-X entirely, it may take a smaller role.

The Indonesian Air Force likes the F-16, because it already operates that type, says another industry source. Both sources are closely connected to the military.

Meanwhile, Indonesia has taken delivery of the last two of 24 refurbished F-16C/Ds ordered in 2012. The Indonesian Air Force now has 23 of the aircraft, which it calls F-16IDs.

Eurofighter Typhoon (photo : Zuhour Mahmoud)

Going forward, Lockheed Martin has proposed the F-16V version of its fighter with the Pratt & Whitney F100-PW-229 engine, says the second source. Since the Indonesian Air Force’s current 32 F-16s have similar engines in the F100-PW-200 series, Lockheed Martin’s propulsion proposal would reduce training and logistics costs.

Lockheed Martin says that current aircraft could be upgraded to the V standard with the installation of new radars and avionics.

Missiles, bombs and targeting pods purchased for the current F-16 fleet would also be compatible on the newer variant, again reducing procurement costs, the company has told Indonesian officials. Some of the F-16A/Bs may not be operational.

The Indonesian air force is supposed to have 180 fighter jets in 2024 under a plan introduced in 2007 called Minimum Essential Force, but little progress has been made toward that target. It has 48 now and plans to order 11 more Sukhoi Su-35s.

The Su-35 has the advantage that the Indonesian armed forces, stung by a U.S. arms embargo two decades ago, insist on sourcing some fighters from non-Western suppliers. Western manufacturers kept marketing their fighters in Indonesia; they were looking to the next order.

They have had a presence in Indonesia since 2014.

(Aviation Week)

41 komentar:

  1. Balasan
    1. acaranya blom mulaii haha!tung tunng ttungggπŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨

      Hapus
  2. Su-35 would be the best choice..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh tentu teentu om
      salam shopping 3 MATRA tempur okeh oceh πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

      Hapus
  3. Haaahaahaaa...Shoping terus...Makin panas..Makin iri...Malon cup..cup..cup..Don't cry..Malon project AKAN start begin 2020

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pun bila ada duit...kah kah kah

      Hapus
    2. teruskan saja troll kalian.. kerna kalian berdua troller sejati...

      Hapus
    3. Jangan nangislah, tak boleh tahan kah malaysia kena troll

      Hapus
    4. iri hati.....???? kahhh...kahhh..... kesian.... kami rileks je la bro.. harap berita ni tak jadi mcm kes Su-35... ni nak barter trade dengan apa pula Kopi musang...???

      tiadanya iri hati... perasaan kamu saja tu.... kami dah ada MKM dan F-18 rileks je...

      Hapus
    5. Malon kepalanya berasap macam kereta protol..
      kehkehkeh...

      Hapus
    6. Gempur@ iri hati kata ko...kah kah kah...iri hati kpd malaysia tak boleh bina apa2,sedangkan indonesia dah berjaya eksport senjata binaan sendiri...kah kah kah...lawak jer ko nih kah kah kah

      Hapus
  4. Gw sumpahin Viper yg kepilih 3 skuadron alias 48 unit Viper... !!

    πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    Salam
    - Pengabdi Viper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok saya sih YES....Salam dari Pengabdi Super Flanker Cy 35

      Hapus
    2. Yups pengadaan su 35 sebagai pengganti f-5 tiger, dan 3 squad baru calon kuat nya f-viper..

      Hapus
    3. Kalo aku pilih ep nembelas piper...
      kehkehkeh... gak usah banyak2 yg penting ada.
      Kan musuh kita teroris. . kehkehkeh

      #katambahRR

      Hapus
  5. "Missiles, bombs and targeting pods purchased for the current F-16 fleet would also be compatible on the newer variant"

    Purchased pake akhiran -ed artinya SUDAH menggantikan kata AKAN.

    Targeting Pod jenis apakah itu ? πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ superstar sejenis Pisang itu om..yg di cantolin..heehee

      Hapus
    2. ada apa dengan pisank(AADP)haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    3. Itu bukan pisang tapi singkong...
      hikhikhik...

      Hapus
  6. Kalau bisa F16 Viper tetap ada 3 Skadron, kemudian 3 Skadron Su 35, plus 2 Skadron sukhoi 30 SM dan 2 skuadron gripen c/d.

    BalasHapus
  7. Kalau bisa ambil aja 2 Skadron Su 30SM, jika su 35 tidak bisa, kalau tidak bisa2 yg penting semua siap jika laut cina selatan memanas sehingga masuk ke wilayah indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. DiMef sudah dicatet 2024 180 jet fighter loh mas boy...

      Hapus
  8. Kalau tidak bisa lagi, saatnya untuk indonesia mengadakan Rafale

    BalasHapus
  9. Jet rafale khan pesawat tempur multi peran

    BalasHapus
  10. Sorry to say the title is so misleading. It is consideration and yet been finalised. Plus you wont get 2 fighters from 2 different blocks at the same timr. US is pressuring Indonesia to buy from them. Otherwise other future procurement might facing difficulties.

    BalasHapus
  11. Kandidat kuat nya mungkin antara f16 Viper dan Grippen NEXTG

    Alasannya kedua nya sanggup support pengembangan produksi KFX/IFX

    Untuk pengadaan 3 skuadron Indonesia minta produksi/perakitan dilakukan di indonesia, dan lisensi untuk penjualan wilayah Asia Pasifik (Grippen)

    Berkaca pada kesepakatan kontrak yg disepakati Brazil untuk pengadaan 36 unit Grippen E/F NextG senilai USD 5,4 miliar yg mana kesepakatan tsb mencakup transfer teknologi secara penuh untuk perakitan dan perawatan


    Well, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mana yang lebih menguntungkan dari kedua kandidat tersebut ?

      Kalau pandangan saya (CMIIW dan IMHO), F16 adalah jenis pesawat tua yang selalu dimodernisasi sampai batas maximal dan masih jadi pesawat "trendy" sampai tahun 2040 an, kesiapan pilot, sudah memiliki simulator sendiri dan training sekaligus sistem inventory sparepart yang lebih efektif, jalur "kanibalisme parts" bila tiba2 terkena embargo maka lebih banyak pesawat yang bisa dijadikan spare dan terutama battle proven.

      Grippen terutama TOT nya yang pasti lebih berguna buat kita... apalagi SAAB adalah partner setia juga. Cuma masalahnya parts Grippen pun ada US made yg pasti akan ada nuansa embargo bila menyalahi penafsiran kongres AS dan yg belum terbukti adalah predikat battle provennya.

      Bahkan SU35 pun diakui baru merasakan perang dan akhirnya dimodif kembali berdasarkan masukan2 dari perang Suriah tahun lalu.

      Siapapun yang terpilih Viper atau Grippen kita ikut gembira mas.. hehehehehehehe

      Hapus
  12. kl F16 buatan amerika, saya ingat berita terdahulu sekitar tahun 2000an. tiap pesawat F16 lepas landas di indoensia, pasti langsung dilacak oleh australia. katanya karena buatan amerika emang mudah dilacak di mana2.

    kayak part2 komputer dan software untuk sipil/komersial, ada bug yg ada penyadapan di dunia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan begitu.

      F16 yang dibeli RI di tahun 1980an itu ditempatkan di Madiun.

      Australia punya radar Over the horizon Jindalee yang jangkauannya tidak hanya bisa sampai Madiun.
      Bahkan sampai Ujung Kulon, Jakarta dan Manado.

      https://en.m.wikipedia.org/wiki/Jindalee_Operational_Radar_Network

      Hapus
  13. Woooww Eurofhigter Thypoon sudah pakai CFT (Conformal Fuel Tank).Mantep tuh buat patroli dari Jawa-Aceh pulang-pergi. Tpi karena trauma dengan kelakuan majikan malon yg meninggalkan begitu saja pesawat Hawk pesanan TNI di Thailand.. Alangkah bijaknya jika TNI memilih F-16 blok70/72 viper dengan CFT-nya. Dadaahh maloon.. !!! kehkehkeh..

    BalasHapus
  14. Woooww Eurofhigter Thypoon sudah pakai CFT (Conformal Fuel Tank).Mantep tuh buat patroli dari Jawa-Aceh pulang-pergi. Tpi karena trauma dengan kelakuan majikan malon yg meninggalkan begitu saja pesawat Hawk pesanan TNI di Thailand.. Alangkah bijaknya jika TNI memilih F-16 blok70/72 viper dengan CFT-nya. Dadaahh maloon.. !!! kehkehkeh..

    BalasHapus
  15. Siap siap di embargo alutsista barat dan as.....alutsistanya dah laku habis itu di di embargo...habis itu dah lama lama di cabut embargo....habis itu mereka jualan lagi nawarin alutsista lagi .....dah laku lagi ...embargo lagi....bagi mereka yg penting dapet duit banyak tapi kekuatan alutsista yg kontrol mereka barat dan as

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  16. Siap siap di embargo alutsista barat dan as.....alutsistanya dah laku habis itu di di embargo...habis itu dah lama lama di cabut embargo....habis itu mereka jualan lagi nawarin alutsista lagi .....dah laku lagi ...embargo lagi....bagi mereka yg penting dapet duit banyak tapi kekuatan alutsista yg kontrol mereka barat dan as

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  17. sudah kuduga... emang penggemar sampah rongsokan

    BalasHapus