03 Mei 2018

Ceko Ingin Transfer Tekonologi dan Riset Pertahanan

03 Mei 2018


Pandur II 8x8 FSV (photo : idAF)

Jakarta-Hubungan kerja sama antara Indonesia dan Ceko khususnya di bidang pertahanan berlangsung sejak lama dan terjaling erat. Ceko ingin kerja sama tersebut terus ditingkatkan. Khusus terkait kerja sama di bidang industri pertahanan, Ceko tidak hanya siap untuk kerja sama transfer teknologi tetapi juga siap bekerjasama di bidang riset atau penelitian dan pengembangan.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, H.E. Mr. Ivan Hotek, saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu, Senin (30/4) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

“Kami memahami bahwa indonesia tidak hanya ingin sekedar membeli Alutsista, tetapi juga ingin adanya kerja sama transfer teknologi. Dalam kaitan ini, Ceko siap kerja sama dengan Indonesia tidak hanya dalam konteks transfer teknologi, tetapi juga ingin kerja sama riset bersama atau penelitian bersama”, ungkap Dubes Ceko saat diterima Menhan RI.

Lebih lanjut disampaikan Dubes Ceko bahwa perkembangan kerja sama pertajanan antara Indonesia dan Ceko khususnya di bidang industri pertahanan dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan yang pesat.

Hal tersebut ditandai dengan telah terbentuknya Komite Bersama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Ceko. Komite Bersama tersebut juga telah melakukan beberapa pertemuan untuk membicarakan dan menggali potensi kerja sama yang bisa dilakukan kedua negara di bidang industri pertahanan.


RM-70 Vampir MLRS (photo : Korps Marinir)

Selain Ingin Transfer Tekonologi dengan Indonesia, Ceko Juga Siap Kerja Sama Riset Bersama di Bidang Industri Pertahanan

“Kami senang sekali melihat perkembangan hubungan kerdua negara dalam kontek kerja sama pertahanan dan juga kedua Angkatan Bersenjata. Kami tetap berkomitmen melakukan kerja sama transfer teknologi dan juga offset sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia”, tuturnya.

Dalam rangka mewujudkan kerja sama industri pertahanan kedua negara, disampaikan Dubes Ceko bahwa Delegasi Perusahaan Industri Pertahanan Ceko juga siap berpartisipasi dalam ajang pameran industri pertahanan “Indo Defence 2018” yang akan diselenggarakan oleh Kemhan RI pada tahun ini. Disisi lain Tim Ahli dari Indonesia dalam waktu dekat juga akan datang ke Ceko untuk melihat potensi industri pertahanan yang dimiliki Ceko.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Menhan RI menyampaikan hubungan baik kedua negara khususnya di bidang pertahanan memang sudah lama dan saat ini berjalan sangat baik. Diharapkan hubungan tersebut akan terus terjalin lebih baik kedepan.

Menurut Menhan RI, kerja sama pertahanan sangat penting bagi negara manapun dan ini sudah dilaksanakan oleh Indonesia dan Ceko. “Kerja sama antar negara di bidang pertahanan termasuk antara Indonesia dan Ceko sangat diperlukan dalam rangka menghadapi situasi dunia saat ini yang tidak menentu”, jelas Menhan RI.

Menhan RI juga menyambut baik adanya peningkatan kerja sama transfer teknologi di bidang industri pertahanan antara kedua negara, terutama masalah pembuatan munisi dan alat komunikasi. Kerja sama di bidang Alat Komuniasi dan juga di bidang cyber penting dilakukan kedua negara, dalam rangka menghadapi ancaman nyata yang dihadapi bersama saat ini seperti ancaman terorisme dan juga untuk menyaring berita-berita hoax.

(Kemhan)

38 komentar:

  1. ngk salah nih pilih ceko sebagai partner. Ceko sudah berpengalaman dlam hal metalurgi baja komposit namun dananya cekak. Sedangkan kita ada dana namun masih pas-pasan dlm penguasaan tekhnologi metalurgi baja. Siap2 Pandur masuk TOT , MLRS GRAD/VAMPIRE masuk TOT, Radar pasif VERA NG masuk TOT, Pesawat ringan masuk TOT,dll. Tahniaaahhh Indonesia..!!! 😄😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. neng veranya tambain om, yg dibawah makin banyak lalernya haha!😂😂😂

      Hapus
  2. Semakin banyak yg pengin kerja sama dengan Indonesia.
    Semoga Indonesia kelak menjadi negara juru damai dunia. Aamiin

    BalasHapus
  3. ya kalau ceko kelihatanya bukan negara nakal.
    yang hanya pingin uang uang uang

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. semua butuh proses dul... laaahh kamu mbrojol ke dunia pun butuh prosos ngk tiba2 muncul dari dlm batu.

      Hapus
    2. @bagaz

      Kalo soal yg satu itu...aku gak ikut-ikut mas, ntar disangka "ikut tanam saham", hhh

      Hapus
  5. Kerjasama amunisi RHAN 122 untuk MLRS grade dan vampire = 36 unit kendaraan peluncur untuk satuan roket marinir

    BalasHapus
  6. bolehlah... tapi tetap ingat kalau Ceko itu juga anggota NATO yang tidak kuat jadi sewaktu-waktu dapat diintervensi oleh US

    BalasHapus
  7. weleeeeeehhh... weeleeeeehhh.. semakin dekat nih Super Hercules..😄😄😄

    https://jakartagreater.com/kasau-tinjau-pembuatan-pesawat-c-130j-super-hercules/

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. eh ompol, tumben mampir, brasa fanas yach kerna ada brita super j ama a400m bentar lagi mo mrapat nich haha!😅😅😅

      salam shopping soping 3 matra tempur, dari tim elit ASEAN haha!😆😆😆

      Hapus
  9. Waduh kalau Pandur masuk berarti kerjasama 8x8 Tata declined dong ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pikiran ane, lebih baik ke pandur, designnya keliatan lebih bagus n proven di banding ama Tata, bentuknya jadul amet...

      Hapus
    2. bukan ceko, pandur punya austria om super, blom tentu dapat ijin dari principalnya nich haha!😇😇😇

      mnurut guwe, lisensi pandur ceko mirip kerjasama fnss ama deftech jadinya gempita yg bisa dijual ke pihak lain alias ekspor.

      ada juga lisensi yg tak bisa dijual cem, pesawat2 tempur f16 dari turki, jepang, korsel ama taiwan.

      nach kerjasama dng tata kestrel, bukan lisensi om jepe, tapi joint desain & produksi kayak kerjasama harimo item/kaplan mt kami dgn fnss turki, ato cn235.

      smua dibuat dari baru yg blom ada didunia sblomnya..makanya hasilnya bakalan jadi prototaip dulu.

      guwe sich ngarepinnya ntar desainnya beda dgn kestrel apc(imo)
      namun kelanjutan proyek ini masi tanda? soalnya baru mou kan kemaren ituw, jangan2 uda kolaps proyeknya haha!😀😀😀
      jom kita tanya om windu haha!😎😎😎

      kayaknya kemhan ama pengguna beda maunya om super haha!🤣🤣🤣

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. kalau negara lain mengajak indonesia untuk kerjasama produksi / joint production dengan transfer teknologi.

    tapi kalau ke negara jaguh, negara lain tersebut hendak memberi pinjaman hutang.

    kesian-kesian

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. kalau negara lain mengajak indonesia untuk kerjasama produksi / joint production dengan transfer teknologi.

    tapi kalau ke negara jaguh, negara lain tersebut mengajak memberi hutang.

    kesian-kesian

    BalasHapus
  14. Mantap jiwa...Terbaik indonesia

    BalasHapus
  15. Di medsos ada gambar prototype kedua tank harimau hitam. Perbedaan yg paling mencolok harimau hitam yg kedua ada pada roda rantai yg memakai dua bantalan karet seperti Leopard. haiiibbaattt indonesia..!! 😄😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayak m109 tepatnya, soalnya agak kecil dikit haha!🤝🤝🤝

      Hapus
    2. bener kan kata saya :v

      Hapus
  16. kasau dah ada dimarkas lockheed..sedang nego 5 hercules j

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan Tanker pegassus.. :P

      Hapus
    2. Ooow..sekalian ke pabrik Boeing mas?
      Ya sekalian ...dan Chinook plus Apache..eeh itu AD ding yaaak..?

      Xixixixi

      :p

      Hapus
    3. LM oh, so pasti f35 pesen dolo ntar datengnya 15 taon lagi haha!😜😜😜

      Hapus
  17. Semakin banyak yg dibeli maka semakin banyak utang indonesia, skrg aja sudah mencapai 370 m dollar, semakin banyak utang dlm btk dolar semakin lemah rupiah dan semakin tinggi pajak yg dibebankan kpd rakyat buat bayar utang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tentu dong bos...tinggal prmbayarannya dalam bentuk apa...kalo kayak su 35 kemarin kan kita bayar dalam bentuk komoditas

      Hapus