07 Mei 2018

KAL Pulau Kabaruan 1-8-32 Perkuat Lantamal VIII

07 Mei 2018

KAL Pulau Kabaruan 1-8-32 dioperasikan di kawasan laut perbatasan Indonesia-Filipina di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. (photo : Tribun)

TNI AL Tambah Armada Kapal Perkuat Wilayah Perbatasan

Manado: Pihak TNI AL terus memperkuat pengamanan dan pengawasan kawasan perairan di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina, di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Terbaru, TNI AL menambah alutsista armada laut Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Kabaruan yang akan beroperasi di bawah komando Pangkalan Lanal Melonguane.

Danlanal Letkol Mar Augustinus Purba Melonguane mengatakan, bergabungnya KAL Pulau Kabaruan 1-8-32 diharapkan dapat memperkuat Lanal Melonguane dalam mengemban tugas di laut.

Ia menambahkan bahwa pemberian nama KAL Pulau Kabaruan, sebagai bentuk terhadap kearifan dan budaya lokal sehingga diharapkan mampu menjadi penyemangat di Kepulauan Talaud.

“Seperti kita ketahui bersama Pulau Kabaruan adalah salah satu pulau terluar yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan negara lain,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange mengungkapkan dengan memperhatikan kondisi geografis Talaud, kehadiran KAL yang baru sangatlah dibutuhkan.

“Sebagai wilayah Kepulauan yang luas wilayahnya adalah lautan, maka penambahan alutsista untuk perairan sangatlah dibutuhkan. Kehadiran KAL Pulau Kabaruan sangat diapresiasi,” ucap Petrus.

Ia menambahkan, penambahan alutsista KAL Pulau Kabaruan merupakan pertanda bahwa negara hadir, negara peduli terhadap daerah perbatasan.

“Saat ini nelayan kita merasa aman dan nyaman,” tambahnya

Diketahui KAL Pulau Kabaruan dengan nomor lambung 1-8-32 merupakan alutsista pengadaan terbaru buatan anak bangsa dengan panjang 12 Meter, Lebar 3 Meter dengan kecepatan maksimum 20 Knots serta mempunyai teknologi navigasi dan penginderaan yang modern dan merupakan bagian dari reinstra TNI AL dalam mewujudkan kekuatan pokok Minimum Essential Force.

(MetroTVNews)

18 komentar:

  1. Imut-imut sesuai fungsinya... :D

    BalasHapus
  2. Sekarang setiap lantamal di pasok 3 atau 4 KRI untuk memperkuat satuan patroli setiap lantamal...good job...Tahniah...Terbaik indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. butullll itu buuttuulll, tni al setrooonkkkk haha!👍👍👍

      Hapus
  3. Balasan
    1. Alamak...emang segini kurang besar?!!!!!

      Cekidot linknya : .......

      Hapus
  4. "Plt Bupati Kepulauan Talaud "

    wah nampaknya ibu cantik masi diskors yak haha!😆😆😆
    https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQMUAXUkC4gqn8rXbQ0O951N4mJRuBEs3yp6KxqPNC2PwMI8idlDA

    wuiih botnya cakep nich om pedang, sesuai pungsinyah nich haha!😊😊😊
    http://kabarpost.com/images/received_10207997915216248.jpeg

    om pit, om pedang, ntuh ada yg tanya mana kapal besar? lah pasti orang asing haha!😆😆😆
    makanya gak tau satrol maren disebar, ama gak tau pungsi lantamal haha!🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nih kapal kan bukan buat perang mas bro..
      Kalo buat perang panggil yang gedean lah..

      Fungsi yang ini diantaranya buat mantjing... :D

      Hweikikikiki... :D

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. emang buukaaaann om pedaaanng, itu ada si ibu cantiiikk, kapal pemda buat ngider2 pulau ampe miangas, pulau terdepan negeri ini haha!😊😊😊

      Hapus
    4. Hahaha...biasalah si doi kurang jauh mainnya om...padahal kemarin perintah KASAL mengatakan kapal satuan patroli di armabar dan armatim dibubarkan,jd kapal2 satrol armabar dan armatim di setiap lantamal si seluruh indonesia...jd dimaklumi aja ompal si doi kudet wkwkwk

      Hapus
    5. Nie kapal kecil buat mancing kaprang musuh yg gede datang...hehehee kaprang yg gede sembunyi dulu di balik pulau.....

      Hapus
    6. Versi besarnya ya kapal yang kemarin ditangkap di bali...yang ini mini yacht

      Hapus
    7. dekoynya pake cewe2 bebikini yach om tupz ahaayy, yang tebel2 kyk baju merah kesayangannya om smiling...dijamin nurut haha!😍😍😍

      Hapus
  5. Desain papan nama di atas anjungan - maaf - kurang sip dan ga enak dilihat. Btw TNI AL ke depan sudah ada rencana belum nich bikin kapal patroli tenaga listrik atau hybrid ? kita sudah kuasai teknologinya lho. MV Iriana 9300 DWT sudah melaut, mo yang kecil pakai tenaga surya jg ada, Jalapatih 2 bikinan anak-anak ITS dah ikut lomba.

    BalasHapus
  6. Menunggu komen "kapal kecil sangat tak elok lawan PLA"...

    BalasHapus
  7. Di atas tuh ada yang tanya mana kapal besarnya ?

    Tuh, di DRU Lampung ada 4 unit kapal besar LST sedang dibangun.

    Tuh, di PAL baru saja jadi bulan lalu 1 KCR 60 KRI 627 senjata lagi nunggu datang.

    Tuh di PAL sedang dibangun 1 kapal besar LPD dan 3 unit KCR 60 ke-5,6,7.

    Tuh, 3 bulan kemarin baru saja jadi OPV BAKAMLA 110 meter. Dan mau dibikin 3 unit lagi yang seperti itu.

    Untuk KRI 40 meter, tuh sedang dibangun 42 unit PC 40, pakai dana APBN 2015, 2016. Sebagian sudah selesai, sebagian lagi menyusul di 2018, 2019.

    Untuk KAL xx-xx-xx, RI butuh 316-317 unit, sebagian sudah jadi, tetapi masih banyak yang belum, dicicil membangunnya selama 15 tahun.

    Tuh di DRU Lampung, minggu kemarin baru launching kapal patroli 73 meter.

    Buat apa kapal patroli banyak-banyak ?

    Ya buat nangkep elu yang tanya mana kapal besarnya, kalo elu lagi di laut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. LST bintuni class 518 & 519 lagi uji fungsi...3+4 jadi 7 bijik new LST...heheeehee

      Hapus
    2. Lumayan bisa langsung muat 70 leo sekali berangkat kl semua LST jadi...tinggal bikin pengawalnya lagi

      Hapus