11 Mei 2018

TNI AL Bentuk Tim Aerobatik "Neptunus"

11 Mei 2018


Tim Aerobatik "Neptunus" TNI AL (all photos : detik)

Tim Akrobatik Pesawat 'Neptunus' TNI AL, Mau Kenalan?

Banyuwangi - Tak hanya penerbang TNI Angkatan Udara yang memiliki tim akrobatik pesawat di angkasa, Penerbang TNI Angkatan Laut (Penerbal) yang bermarkas di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, juga memiliki tim yang tak kalah dengan tim Jupiter milik TNI AU. 

Tim ini adalah tim Neptunus. Tim ini memiliki kekuatan 6 pesawat Bonanza G-36, yang masing-masing diawaki oleh 3 orang, yang terdiri dari Capten (pilot), Co-pilot dan Enginer. 

"Kita bentuk tahun 2016 lalu. Sudah 3 kali tampil, HUT Penerbangan 2016, Naval Base open Day 2017 dan kita tampil diluar Pangkalan pada di Mataram diajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 tanggal 5 Mei lalu," ujar Komandan Tim akrobatik pesawat TNI AL Neptunus, Letkol Laut (P) Catur Nur Ardiantoro kepada detikcom, saat singgah di Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi, Senin (7/5/2018).


Neptunus akrobatik team ini sebelumnya bernama Bonanza Harmoni Fligth. Namun seiring dengan perkembangan waktu, tim ini kemudian berganti nama dan berganti awak pesawat menjadi Neptunus.

"Sebagian pilot yang ada di sini juga merupakan lulusan Sekolah Instruktur penerbang yang menggunakan pesawat KT 1 Wong Bee. Kita bentuk tidak sampai sebulan. Kita latihan dan menjadi tim yang bisa menghibur masyarakat dengan formasi dan manuver akrobat pesawat," tambahnya. 

Diakui Catur, manuver dan akrobatik yang dilakukan tim Neptunus berbeda dengan tim Jupiter milik TNI AU. Sebab pesawat yang digunakan keduanya berbeda. Tim Neptunus menggunakan Bonanza G-36, sementara tim Jupiter menggunakan KT-1B Wong Bee. 

"Beda pesawat ya beda teknis terbang. Kalau milik kita ini lebih sulit dibandingkan milik Jupiter. Namun cukup bisa menghibur," tambahnya. 

Sementara keahlian formasi dan akrobatik Neptunus sudah tak bisa dianggap enteng. Dalam ajangMataram diajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, mereka menampilkan formasi delta six untuk membuka pertunjukan. Enam pesawat terbang secara bersamaan membentuk formasi 1-2-3 segitiga. Dilanjutkan formasi break off , arrow formation, dan syncro split.


Yang terlihat paling berbahaya adalah syncro head-to-head. Dua pesawat terbang rendah dari arah berlawanan.

"Selain itu ada juga manuver extrem Head to Head, semi loop cross under take dan bombas," tambahnya. 

Dalam lawatannya ke Banyuwangi, tim akrobatik pesawat Neptunus milik TNI Angkatan Laut ini sempat juga menghibur para taruna dan undangan yang hadir dalam pelantikan taruna baru angkatan XV. Manuver dan formasi menarik ditampilkan, sebelum kembali menuju homebase di Surabaya. 

"Mudah-mudahan bisa tampil kembali di Banyuwangi, ataupun memghiasi angkasa di seantero Indonesia," pungkas Catur.

21 komentar:

  1. Neptunus merupakan satu2nya team aerobatik angkatan laut di ASEAN..
    WOW,menggerunkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serem ini, kalo insiden ga bisa bail out, emang sempet buka pintu dulu trus loncat... :(

      Semoga aman-aman aja laah, manuver formasi jangan ke-ekstrim-en..

      :D

      Hapus
    2. Amazing..!! Neptunus...saudaranya Jupiter..

      Hapus
    3. Taniah buat neptunus,,,sebelah buat aeroteam pakai layang" ajh.. Kih kih kih

      Hapus
  2. Wah mantap...!!!
    Udah punya 5 nih team Aerobatik TNI

    TNI AU =
    - Jupiter [KT-1B Wong Bee]
    - Pegasus (the only heli aerobatic team in SEA)[EC120B Colibri]
    - Thunder [SU27/30]
    - Elang Biru [F16,TA50]

    Watch Pegasus team in action =

    https://www.youtube.com/watch?v=StcEQN4LgCw

    TNI AL
    - Neptunus [Bonanza]

    ditunggu aksi dari team TNI AD dan Polri

    Seru kali ya.. TNI AD pake kombinasi aerobatik gabungan heli Apache, MI35 dan Fennec :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sorry maksute ASEAN :-)

      Hapus
    2. menggerunkan sekali, kalo beruk jiran ada keupayaan areobatik ejection seat kat hanggar dan mauver songlap engine. nama team aerobatiknya najib henjut rosmah

      Hapus
  3. https://garudamiliter.blogspot.co.id/2018/05/lomba-tembak-aasam-2018-tni-ad-kembali.html?m=1

    Skill TNI beda kelas yaa sama jiran yg lain,
    Jd jangan sombong kalau ngomong,
    Fakta berbicara keras.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasalah jiran cem tuh kerana mereka iri dan dengki bro

      Hapus
    2. Gak selevel...beda kelas...jadi cukup lah gak usah di banding2in...wkwkwkk

      Hapus
    3. beruk pasti jaguh di lomba henjut kat dubor

      Hapus
  4. Coba bro... negara ini selalu kasih informasi ke dunia luar kalau kondisi alutsistanya mengenaskan.. setelah bbrp bulan kemaren bilang mereka kekurangan Tank sekarang giliran AU mereka yg mengenaskan :

    "Just four out of 128 Eurofighter jets operated by the German Air Force are ready to fly real combat missions due to dysfunctional self-defense systems and lack of air-to-air missiles, Spiegel magazine has revealed".

    https://www.rt.com/news/425652-germany-eurofighters-not-combat-ready/

    Inggris, US, AUS dan skrg German.
    Motifnya apa yaa ? hehehehe penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak cem negara sebelah banyak kapalnya ompong tak de missile dikatakan full armament wkwkwk...banyak jet pejuangnya bengap dihanggar tak boleh terbang kerana tiade sparepart dikatakan readinessnya 100% wkwkwk....lawaknye jer negara sebelah wkwkwk

      Hapus
    2. Motifnya ?

      Minta tambahan anggaran.

      Apa yang dilakukan US, UK, German persis seperti yang dilakukan RI sekarang.

      Tahun 2015 yang lalu muncul berita pesawat2 yang digunakan AURI sudah tua. Butuh ganti.

      Tahun 2016 muncul berita fregat AL udah tua dan mau diganti.

      Tahun 2017 muncul berita bahwa kapal2 AL banyak yang tua (ada 151) dan mau diganti.

      Tahun 2018 muncul berita alutsista marinir sudah tua perlu diganti.

      Hapus
    3. Betul bro..

      Lebih banyak wartawan yg meliput lebih bagus... gak heran kemaren ada berita tank marinir tua2 langsung banyak yg ngeliput.. hahaha

      Kayane tahun ini bakalan diapprove DPR tuh BTR80 atau BT3F gara2 beritanya udah heboh disebar kemana mana...

      Apalagi udah dibantuin dishare beritanya sama bung unknown.. asikk bantuin promo dah hahahahaha

      Hapus
    4. Bertetanggaan yg baik kan emang harus saling bantu gitu mas... :D

      Qiqiqiqi

      Hapus
    5. Hahahaha

      Cuma betul yg dibilang bro @Choco kemarin.. imbas depresiasi Rupiah thd Dollar kayaknya bisa jadi ganjalan saat akuisisi alutsista dengan rate Dollar bro..
      Sadis emang seluruh mata uang bisa keok ketemu Dollar.. ck ck ck..

      "Lebih rinci, nilai tukar rupiah secara year to date (ytd) per 8 Mei 2018 melemah 3,44%, peso Filipina melemah 3,72%, rupee India 4,76%, real Brasil 6,83%, rubel Rusia 8,93%, dan lira Turki 11,51%"

      Yuklah belanja ke Rusia aja pake rate Rusia hahahahaha

      Hapus
    6. yoi bro superstar. kalo gak ada rotan akar pun jadi. beli di rusia juga ok asal beli alutsista dengan teknologi terbaru.

      Hapus
  5. Kalo Blue Angels US Navy/Marine pake Hornet.. :)

    BalasHapus
  6. ngak usah bikin2 tim aerobatic, sayang, mending buat pelatihan dan patroli aja, nanti. crash, kan invetasi terutama pilot paling berharga, sudahlah di minimalisir hal2 seperti itu.

    BalasHapus
  7. Perlu beli lagi 4 bonanza, anggaran banyak disedot pemeliharaan serta pembelian senjata kapal

    BalasHapus